{"id":1126,"date":"2026-10-10T07:00:34","date_gmt":"2026-10-10T07:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/?p=1126"},"modified":"2026-10-10T07:00:34","modified_gmt":"2026-10-10T07:00:34","slug":"mengolah-resep-nastar-1-kg-dengan-butter-tips-dan-trik-lezat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/mengolah-resep-nastar-1-kg-dengan-butter-tips-dan-trik-lezat\/","title":{"rendered":"Mengolah Resep Nastar 1 Kg dengan Butter: Tips dan Trik Lezat!"},"content":{"rendered":"<h2>Mengolah Resep Nastar 1 Kg dengan Butter: Tips dan Trik Lezat!<\/h2>\n<p>Nastar adalah salah satu kue kering yang populer di Indonesia, terutama saat perayaan hari besar seperti Lebaran dan Natal. Kue berbentuk bulat ini diisi dengan selai nanas yang manis-asam dan memiliki tekstur yang lembut serta renyah di luar. Kali ini, kita akan membahas bagaimana mengolah resep nastar 1 kg dengan butter untuk menghasilkan kue yang lebih lezat dan menggugah selera. Berikut adalah panduan lengkap, tips, dan trik dalam membuat nastar yang sempurna!<\/p>\n<h3>Mengapa Mentega?<\/h3>\n<p>Menggunakan butter dalam pembuatan nastar dapat memberikan tekstur yang lebih lembut dan aroma yang khas, berbeda dengan penggunaan margarin. Butter mengandung lemak susu yang bisa meningkatkan rasa gurih dan kekenyalan pada adonan, menjadikan nastar lebih premium.<\/p>\n<h3>Bahan-Bahan yang Dibutuhkan<\/h3>\n<p>Berikut adalah bahan-bahan yang perlu Anda persiapkan untuk membuat nastar 1 kg:<\/p>\n<h4><strong>Bahan Kulit<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>500 gram butter (pastikan menggunakan butter berkualitas tinggi)<\/li>\n<li>300 gram gula halus<\/li>\n<li>4 butir kuning telur<\/li>\n<li>1 kg tepung terigu protein rendah<\/li>\n<li>2 sdm susu bubuk<\/li>\n<li>1 sdm vanili<\/li>\n<li>Sejumput garam<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>Bahan Isi (Selai Nanas)<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>2 buah nanas ukuran besar (parut halus)<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>3 batang kayu manis<\/li>\n<li>5 butir cengkeh<\/li>\n<li>Sejumput garam<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>Bahan Olesan<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>2 butir kuning telur<\/li>\n<li>1 sdm susu cair<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Langkah-Langkah Pembuatan<\/h3>\n<h4><strong>1. Mempersiapkan Selai Nanas<\/strong><\/h4>\n<ol>\n<li><strong>Mengupas dan Memarut Nanas<\/strong>: Kupas nanas dan parut dengan parutan yang halus. Pastikan untuk memeras sebagian airnya agar selai tidak terlalu basah.<\/li>\n<li><strong>Memasak Selai<\/strong>: Masukkan nanas parut ke dalam panci, tambahkan gula pasir, kayu manis, cengkeh, dan sejumput garam. Masak dengan api sedang hingga selai kental dan airnya menguap.<\/li>\n<li><strong>Mendinginkan Selai<\/strong>: Setelah tekstur selai sudah sesuai selera, angkat dan dinginkan. Setelah dingin, bentuk selai menjadi bola-bola kecil untuk memudahkan saat mengisi nastar.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><strong>2. Membuat Adonan Kulit Nastar<\/strong><\/h4>\n<ol>\n<li><strong>Mengocok Butter dan Gula<\/strong>: Dalam wadah besar, kocok butter dan gula halus hingga lembut. Masukkan kuning telur satu per satu sambil terus dikocok hingga rata.<\/li>\n<li><strong>Mencampur Bahan Kering<\/strong>: Campurkan tepung terigu, susu bubuk, vanili, dan garam. Ayak ke dalam adonan butter secara bertahap sambil diaduk menggunakan spatula hingga adonan bisa dipulung.<\/li>\n<li><strong>Mendinginkan Adonan<\/strong>: Bungkus adonan dengan plastik wrap, masukkan ke dalam kulkas selama 30 menit agar adonan lebih mudah dibentuk.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><strong>3. Membentuk dan Memanggang Nastar<\/strong><\/h4>\n<ol>\n<li><strong>Panaskan Ovennya<\/strong>: Panaskan oven pada suhu 150&deg;C selama 10 menit.<\/li>\n<li><strong>Membentuk Nastar<\/strong>: Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan bola selai nanas, kemudian bulatkan. Letakkan nastar di atas loyang yang sudah dialasi kertas roti.<\/li>\n<li><strong>Mengoleskan Nastar<\/strong>: Campurkan kuning telur dan susu cair, oleskan pada permukaan nastar menggunakan kuas.<\/li>\n<li><strong>Memanggang<\/strong>: Panggang nastar dalam oven selama 25-30 menit hingga berwarna keemasan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Tips dan Trik Anti Gagal<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Pemilihan Butter<\/strong>: Gunakan butter tawar agar dapat mengontrol rasa asin dari adonan.<\/li>\n<li><strong>Tekstur Adonan<\/strong>: Jangan terlalu lama menguleni adonan agar nastar tidak menjadi keras.<\/li>\n<li><strong>Kematangan Selai<\/strong>: Pastikan selai nanas sudah benar-benar kering sebelum digunakan agar tidak membuat nastar cepat berjamur.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kesimpulan<\/h3>\n<p>Menggunakan butter dalam resep nastar dapat memperkaya rasa dan aroma, menghasilkan kue yang lebih lembut dan lezat. Dengan mengikuti langkah-langkah serta tips dan trik di atas, Anda dapat membuat nastar 1 kg dengan hasil yang tidak kalah dengan kue buatan toko terkenal. Selamat mencoba dan semoga sukses dalam menciptakan kue<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengolah Resep Nastar 1 Kg dengan Butter: Tips dan Trik Lezat! Nastar adalah salah satu kue kering yang populer di Indonesia, terutama saat perayaan hari besar seperti Lebaran dan Natal. Kue berbentuk bulat ini diisi dengan selai nanas yang manis-asam dan memiliki tekstur yang lembut serta renyah di luar. Kali ini, kita akan membahas bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[504],"class_list":["post-1126","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-nastar-1-kg-pake-butter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1126"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1128,"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1126\/revisions\/1128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chuckscattle.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}